Claudrio Ranieri Menangkan Gelar Pelatih Terbaik ala FIFA

Claudrio Ranieri, pelatih Leicester City mendapatkan penghargaan pelatih pria terbaik oleh FIFA untuk tahun 2016 mengalahkan Zidane dan Fernando Santos.

Sang arstiek Leicester City, Claudio Ranieri dinobatkan sebagai FIFA Coach of the Year (gelar pelatih terbaik FIFA). Acara penghargaan tersebut dilangsungkan di Zurich bersamaan pengumuman pemain terbaik FIFA yang disabet oleh Cristiano Ronaldo setelah sebelumya CR7 juga mendapatkan gelar Ballon d’Or. Ranieri sendiri secara mengejutkan berhasil mengalahkan pelatih lain yang menjadi pesaing beratnya dalam memperebutkan gelar bandar bola tersebut seperti pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane.

Raineri Kalahkan Zidane dan Fernando Santos

Raineri memang sebelumnya sudah disebutkan pantas untuk mendapatkan gelar terhormat tersebut. Namun, kesuksesan Fernando Santos yang memimpin Portugal hingga memenangkan trofi Euro 2016 di musim panas kemarin dan Zinedine Zidane, yang memandu Real Madrid ke gelar Liga Champions musim lalu awalnya dianggap berat untuk Raineri. Hanya saja, kedua pelatih tersebut memiliki mega bintang yakni Christiano Ronaldo yang merupakan pemain Real Madrid dan Timnas Portugal.

Berbeda dengan kesuksesan Claudrio Ranieri bersama Leicester City yang bisa dikatakan tanpa bintang. Namun, pada akhirnya penghargaan pelatih pria terbaik ala FIFA tahun ini jatuh ke pangkuan Ranieri setelah ia memimpin Leicester mendapatkan gelar Premier League tahun lalu. Kesuksesan Leicester City oleh Raineri bahkan tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Jadi, Leicester City benar-benar seperti mendapatkan keajaiban dari kerja keras mereka.

“Malam yang begitu fantastis untuk tidak hanya bisa berada di sini dengan banyak legenda, tetapi juga untuk menang juga,” kata Raineri saat berada di atas panggung pada even penghargaan tersebut. Ia menambahkan jika dirinya seperti menjadi gila saat malam penghargaan tersebut. Ia mengucapkan rasa terima kasih kepada istrinya, agennya dan tentu kepada pemainnya. Ia mengatakan jika tanpa mereka semua, rasanya sulit untuk bisa memenangkan sesuatu.

Bahkan, ia juga mengucapkan rasa terima kasihnya pada para fans Leicester City yang telah memberikan dukungannya selama ini. Ia tampak sangat bersemangat dan tentunya ia ingin mengulangi kesuksesan di musim lalu. Ia mengatakan “Dani Alves mengatakan dia masih bisa melakukan lebih di usianya – usia saya saat ini 65 dan saya memulai untuk menjadi seorang manajer!”.

 Hasil Voting Tunjukkan Raineri Lebih Unggul

Di even penghargaan tersebut, Ranieri diberikan penghargaan oleh Diego Maradona, sang legenda hidup sepakbola. Merupakan kebangaan yang sangat luar biasa bagi Raineri saat malam penghargaan tersebut. Malam itu benar-benar menjadi malam bersejarah sekaligus menjadi pemacu mengingat saat ini Leicester City di Liga Primer musim 2016/2017 dalam kondisi yang cukup memprihatinkan dan itu pula yang membuat awalanya Raineri mustahil untuk menangkan penghargaan bergengsi tersebut.

Striker Leicester City, Jamie Vardy dan sang gelandang N’golo Kante (sekarang ia berada di Chelsea) berada di antara nominasi untuk FIFA FIFPro World11. Sayangnya, tidak ada satu pemain dari Liga Premier yang terpilih. Hanya para pemain dari Barcelona dan Real Madrid mendominasi daftar nominasi penghargaan tersebut.

Namun, kesuksesan Raineri musim lalu memang tidak bisa dikatakan mudah. Claudio Ranieri, yang membuat Leicester City ke babak di 16 besar Liga Champions musim ini (2016/17) telah memenangkan penghargaan dengan mengalahkan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane yang mengangkat trofi Liga Champions di musim pertamanya bertugas dan pelatih Portugal, Fernando Santos yang memimpin timnya untuk sukses yang tak terduga di Euro 2016.

Tapi, hasil voting telah mengungkapkan segalanya. Claudio Ranieri mendapatkan 22,6% dari total penilaian togel jitu. Sedangkan pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane mendapatkan 16,56% dan Fernando Santos, ia mendapatkan nilai 16,24%. Bukan tidak mungkin jika Ranieri bisa mengembalikan kejayaan Leicester City jika tidak musim ini maka musim depan.