3 Desember, Lahirnya Essien Pemain Afrika Tersukses di Eropa

3 Desember merupakan hari lahir dari bintang Afrika yang sukses di Eropa, Essien. Namun, kini karirnya mulai meredup dan ia berniat untuk mengulang kembali.

Setiap pemain, memiliki kisahnya masing-masing. Untuk kisah di tanggal 3 Desember, datang dari pesepakbola asal Afrika yang lahir pada tanggal 3 Desember 1982 di Accra, Ghana yang kemudian mendapatkan penghargaan sebagai pemain judi online terbaik di Ligue 1 Prancis serta meraih gelar pemain terbaik Afrika menurut BBC. Siapakah ia? Ia adalah Essien atau nama lengkapnya, Michael Essien.

Awal Karir Profesionalnya

Essien adalah salah satu pemain gelandang tengah yang terbaik di dunia. Pemain ini memulai karirnya secara profesional bersama Bastia, klub asal Prancis, pada tahun 2000. Ia memiliki kemampuan bermain yang baik dan didukung dengan fisik yang mumpuni sehingga ia pernah mendapat julukan yang cukup mengerikan yakni ‘The Bison’. Ia juga pernah membela klub-klub besar seperti AC Milan, Real Madrid hingga Chelsea saat ia meniti karir di Eropa.

Awalnya, posisinya adalah seorang bek. Akan tetapi, karena tidak mendapatkan posisi di Bastia, kemudian tahun 2001 ia mengambil posisi gelandang. Menariknya, ia tampil sangat maksimal hingga banyak klub besar yang meliriknya. Kemudian, tahun 2003, ia memutuskan untuk bergabung bersama Olympique Lyon, sang raksasa Prancis. Setelah bergabung bersama Lyon, ia meraih sukses dengan dua gelar juara di ajang Ligue 1. Ia juga terpilih sebagai pemain terbaik di Ligue 1 pada tahun 2005.

Ia terus bermain dengan sangat apik hingga klub besar di luar Prancis juga meliriknya. Tahun 2015 menjadi awal kisah suksesnya saat ia memutuskan untuk membela Chelsea. Saat itu, Chelsea yang kemudian diambil alih oleh Roman Abramovich, konglomerat asal Rusia, berani memecahkan rekor transfer yang termahal yang dilakukan oleh klub di musim itu demi Essien yakni dengan angka £24,4 juta. Angka ini bahkan mengalahkan nilai transfer pemain hebat, Didier Drogba yhang hanya £24 juta saja.

Kisah Sukses dan Meredupnya Essiens

Setelah Essien bergabung bersma Chelsea, ia menorehkan berbagai gelar yakni 2 kali gelar Liga Primer Inggris (2005/06 dan 2009/10), 1 gelar Community Shield (2009), 1 gelar Piala Liga (2006/07), 1 gelar Liga Champions (2011/12) dan 3 gelar Piala FA (2006/07, 2008/09 dan 2011/12). Bahkan, gol yang dilakukan oleh Essien dikatakan gol terbaik Chelsea di musim 2006/07 saat melawan rivalnya, The Gunners, musim 2008/09 saat melawan Barca dan juga menjadi pemain terbaik Chelsea di tahun 2007.

Di Eropa ia tampil gemilang dang sukses. Akan tetapi, ia terpaksa harus mundur dari pertandingan dikarenakan cedera serius dan kemudian ia mengambil langkah untuk meninggalkan The Blues. Ia juga pernah dipinjamkan ke Los Blancos bersama Jose Mourinho sebagai pelatihnya, namun karirnya tidak segemilang sewaktu bersama Chelsea. Ia kemudian bergabung bersama Milan.

Walau di Eropa sudah tidak terlihat bersinar, karirnya di timnas masih terlihat hebat. Ia bahkan sempat membawa Ghana melangkah masuk ke babak 16 besar setelah lolos di fase grup pada Piala Dunia 2006 hingga kemudian di tahun yang sama ia mendapatkan gelar Pemain Terbaik Afrika BBC. Selain itu, tahun 2008, ia sukses mendapatkan gelar sebagai Pemain Terbaik Ghana.

Nah, karir terakhirnya adalah ia membela klub Yunani, Panathinaikos namun ia hanya tampil 1 kali saja pada musim 2015/16 sebelum pada akhirnya ia dilepas oleh klub togel singapura. Setelah itu, ia seperti kehilangan arah dan tidak memiliki klub. Saat ini, ia sempat ke Stamford Bridge untuk terus berlatih bersama anak-anak Chelsea sambil mencari klub baru. Ia bahkan sempat tampil sebagai tim cadangan Chelsea.